Got Robbed

SAYA “DIRAMPOK”! Memang kerugian yang saya derita tidak besar, sih. Soalnya saya hanya kehilangan sekitar Rp. 5.000,-an saja. Tapi, menurut saya tetap saja ini namanya “perampokan”.

Jadi, begini ceritanya. Kemarin Minggu (27/1) saya menerima SMS yang kurang lebih isinya memberitahukan tentang perpanjangan layanan nada sapa dari GSM network provider langganan saya. Kita flashback sejenak, asal mula saya bisa mendapat layanan nada sapa ini juga berbau “perampokan”. Lha, wong saya merasa tidak pernah memesan/mengaktifkan nada sapa tersebut, kok tiba-tiba saja sekitar sebulan yang lalu saya mendapat SMS berbunyi “Selamat! Nada sapa Anda telah aktif,” begitulah. Toh, sebenarnya saya bukanlah fans dari pembawa lagu yang menjadi nada sapa itu, meskipun lagunya saya akui enak didengar. Monggo silahkan telepon handphone saya untuk tahu lebih lanjut. Nomornya 08XX-XXX-XXXX. Saya tunggu.

Awalnya saya tidak terlalu mengerti bagaimana sistem kerja layanan nada sapa ini. Berhubung saya merasa tidak pernah memesan, makanya saya pikir itu hanyalah promosi (gratis). Nah, sampai kemudian datanglah SMS pada hari Minggu (27/1). Lalu, ketika saya ingin menggunakan handphone saya untuk connect internet, ternyata tidak bisa dipakai. Saya cek pulsanya, ternyata 0 (nol) rupiah! S****n! Berarti, perpanjangan layanan nada sapa–yang tidak saya minta/pesan/inginkan–itu menghabiskan seluruh pulsa saya (berhubung pulsa saya hanya tersisa Rp. 5.000,-an ketika itu)! Padahal pulsa sebanyak itu kan lumayan tuh untuk jatah satu minggu…

Wah, ini artinya saya “dirampok” sama provider itu. Saya tidak merasa memesan/mengaktifkan nada sapa tersebut, tahu-tahu dikasih dengan cara memotong pulsa saya sendiri! Begitu pula ketika perpanjangan nada sapa. Saya tidak diberitahu masalah perpanjangan tersebut, tahu-tahu nada sapa saya diperpanjang masa aktifknya dengan memangkas (habis) pulsa saya sendiri (lagi)!

Jujur, saya tidak suka dengan cara promosi seperti ini. Dengan kata lain, provider memberikan layanan kepada pelanggan, dengan tujuan untuk mempromosikan layanan itu sendiri, tetapi menggunakan pulsa dari pelanggan. Bukankah untuk promosi itu biaya ditanggung oleh provider? Jangan dibebankan kepada pelanggan dong! It’s fine kalau memang pelanggan (kebetulan) senang dengan nada sapa yang diberikan. Lha, kalau tidak? Apalagi kalau tidak mengerti tentang sistem kerja layanan nada sapa tersebut. Bisa-bisa setiap bulan pulsanya disunat terus-terusan untuk perpanjangan otomatis.

Yang saya permasalahkan di sini bukan nilai nominalnya atau suka-tidaknya terhadap layanan nada sapa, tapi lebih kepada tata krama kepada orang lain, dalam hal ini pelanggan. Boleh-boleh saja promosi kepada pelanggan, asal gratis. Dan juga, sebelum memperpanjang layanan nada sapa, sebaiknya ada sistem/program untuk menanyakan kepada pelanggan, apakah layanan nada sapa tersebut akan diperpanjang atau tidak, sehingga pulsa saya yang selalu tinggal sedikit itu tidak tersedot habis. Saya tahu, promosi semacam itu bertujuan untuk menarik minat pelanggan pada layanan nada sapa. Tapi, mbok ya jangan begitu caranya. Pasti kan ada cara yang lebih baik dan sama-sama enak.

Huff… Capek juga menulis uneg-uneg semacam ini dengan berbagai emosi yang membumbui. Sabar..sabar… Semoga tulisan saya ini bisa dijadikan pertimbangan. Memangnya ada orang dari provider itu yang membaca blog saya ini?

Comments

8 Responses to “Got Robbed”

  1. Pacarnya Dian Sastrowardoyo on January 28th, 2008 12:53 pm

    tulis aja nama providernya. sapa tau direview sama mas enda. mas enda suka keliling mendadak dan tau2 ngreview tulisan orang, kayak nabi khidir. blogku jadi ngetop gara2 tau2 ketemu sama “nabi khidir” itu pas misuhin ugm

  2. Pacarnya Dian Sastrowardoyo on January 28th, 2008 1:04 pm

    ooo…maaf, ndak liat hyperlink-nya. keasyikan baca. tapi mending ditulis langsung aja, pras

  3. kambingoranye on January 28th, 2008 1:07 pm

    wah.. patut hati2 nih
    soalnya babeh gw aja pernah ngikutin sms regular kek motivasi dll, pas mu unreg, ga bisa2…

    what a silly thing…

  4. sangprabo on January 28th, 2008 1:26 pm

    Assalaamu’alaikum
    Makanya Pras, pake provider dengan nilai saham paling tinggi di bursa efek Jakarta… *siul-siul*

  5. vcrack on January 28th, 2008 2:42 pm

    lanjutin ke kompas aja… hohooo…

  6. Adhi Prasetia on January 29th, 2008 7:47 am

    [Pacarnya Dian Sastrowardoyo]
    Mas enda?? Alamat e ngendi?

    [kambingoranye]
    Wah, kalo yang semacam REG itu mah emang rawan “perampokan”

    [sangprabo]
    Punya saya tarif GPRS-nya termurah lho… Wakakaka…!!!

    [vcrack]
    Males ah… Enakan di sini aja..

  7. Aday on January 30th, 2008 11:14 am

    Aku yo wes tau pras,,,makanya bikin reminder!! Besok sebelum genap satu bulan buruan dimatiin tu i-ring,,,

  8. Adhi Prasetia on January 31st, 2008 9:29 am

    [Aday]
    Siap! Laksanakan!

Leave a Reply




  • Widget

      Visit Yogyakarta / Jogja

  • Community

      Pernah Ngutang di KANTINMILAN