Reflection

The Last Days of Season 2007/2008

Liburan telah usai. Kini saya harus kembali pada rutinitas saya sebagai mahasiswa, yakni bolos kuliah. Dan kini, saya sudah memasuki akhir dari tahun ketiga dalam masa studi saya di kampus. Jadi, bisa dibilang saya sudah termasuk angkatan tua di kampus.

Berhubung saya sudah memasuki akhir tahun ketiga, maka salah satu momok bagi setiap mahasiswa akhirnya harus saya hadapi, yakni menyusun Tugas Akhir (TA). Oh, no! Jujur, saya belum mendapat ide ataupun wangsit untuk menyusun TA saya tersebut. Saya hanya bisa memberikan jawaban, “belum tahu nih,” pada setiap orang yang menanyakannya.

Saya akui, mungkin sebenarnya saya belum siap untuk mengambil TA. Tapi, kalau terus menerus ditunda, nanti masa studi saya semakin panjang dong. Saat ini, sudah ada dua kawan seangkatan saya yang telah menempuh ujian telor dadar pendadaran dan kini hanya tinggal menunggu upacara wisuda. Saya kok jadi merasa iri sama mereka.

Memang, ada yang bilang, semisal cepat-cepat lulus pun, belum tentu langsung dapat pekerjaan. Tapi, kalau misalnya saya memperpanjang masa studi untuk mematangkan diri dan meningkatkan skills, siapa juga yang bisa menjamin bisa langsung dapat kerja ketika lulus kelak? Yang seperti itu namanya buang-buang waktu saja, bagi saya pribadi lho. Kecuali saya menunda lulus kuliah dikarenakan memiliki pekerjaan sambilan. Itu tidak masalah, malah bagus tuh. Soalnya, semakin lama bekerja, pengalaman yang didapat akan semakin banyak. Tapi, saat ini saya kan sedang tidak terikat kontrak dengan bidang usaha apapun dan manapun. Jadi, menurut hemat saya, lebih cepat lulus lebih baik lah. Meskipun saya masih sekadar meraba-raba masa depan setelah lulus nanti.

Duh, saya bisa pusing tujuh kali keliling dunia kalau memikirkan itu terus. Bahkan, ada salah seorang teman saya yang dibela-belain putus sama pacarnya dengan alasan demi merampungkan TA! Begitu kuatkah ikatan sebuah TA–seakan menandatangani perjanjian dengan iblis–hingga mampu memisahkan dua sejoli yang sedang memadu kasih? Hii… Jadi merasa ngeri.

Yang jelas, saya berkeinginan TA saya sesuai dengan minat yang saya pilih, yaitu sistem informasi dan multimedia. Jadi, mungkin nantinya TA saya tidak akan jauh-jauh dari seputar data base dan semacamnya. Hanya saja, yang jadi masalah, hingga detik ini saya belum memiliki image akan seperti apa bentuk TA saya itu. Apakah berupa hasil analisis? Ataukah berwujud produk software/aplikasi? Nge-blank nih.

Huff… Berhubung wahyu tentang topik TA belum turun jua, sebaiknya saya harus segera bergerilya untuk mencarinya sendiri. Teman-teman saya pun sudah ada yang mulai mengambil langkah awal. Saya sendiri merasa telah menemukan jalur awal yang benar, meski arah tujuannya bercabang dan masih gelap. Toh, saya belum ketemu dengan Bapak Dosen Pembimbing, jadi masih terbuka kemungkinan untuk mendapat pencerahan dari beliau. Semoga. Mohon doa restunya.

Well, terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan curhat saya yang tidak penting ini. Kalau sudah terlanjur membacanya, mohon sekalian memberikan komentar supaya blog ini kelihatan ramai. Huehehehe…

11 Comments

speak up

Add your comment below. Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields